Real Madrid kembali membuktikan dominasinya, bukan hanya di atas lapangan, tetapi juga dalam aspek finansial. Klub raksasa asal Spanyol tersebut tercatat sebagai penerima pendapatan terbesar dari hak siar televisi La Liga musim 2024/25. Dari pembagian resmi hak siar kompetisi kasta tertinggi Spanyol itu, Real Madrid mengantongi pendapatan sekitar Rp3 triliun, menjadikannya klub dengan pemasukan siaran TV tertinggi di La Liga musim ini.
Pendapatan tersebut menegaskan posisi Real Madrid sebagai kekuatan ekonomi utama di sepak bola Spanyol, sekaligus menunjukkan betapa besarnya nilai komersial klub berjuluk Los Blancos di tingkat domestik maupun global.
Hak Siar La Liga 2024/25 dan Skema Distribusi

Pada musim 2024/25, La Liga membagikan total pendapatan hak siar televisi senilai lebih dari €1,4 miliar kepada 20 klub peserta. Distribusi pendapatan ini tidak dilakukan secara merata, melainkan menggunakan formula yang mempertimbangkan beberapa faktor utama.
Sebagian dana dibagi sama rata kepada seluruh klub, sementara sisanya dialokasikan berdasarkan prestasi olahraga dalam beberapa musim terakhir serta tingkat popularitas dan daya tarik komersial masing-masing klub. Faktor popularitas mencakup jumlah penonton televisi, basis penggemar, dan kontribusi klub terhadap nilai jual kompetisi secara keseluruhan.
Dengan rekam jejak prestasi yang konsisten, basis penggemar global yang sangat besar, serta eksposur media yang tinggi, Real Madrid berada di posisi teratas dalam hampir semua indikator tersebut.
Real Madrid Jadi Penerima Terbesar

Berdasarkan pembagian resmi La Liga musim ini, Real Madrid menerima sekitar €157 juta dari hak siar televisi. Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah, angka tersebut setara dengan kurang lebih Rp3 triliun. Nilai ini menempatkan Real Madrid di peringkat pertama sebagai klub dengan pendapatan hak siar terbesar di Spanyol, mengungguli rival-rival domestiknya.
Pendapatan besar ini mencerminkan peran sentral Real Madrid dalam ekosistem La Liga. Pertandingan yang melibatkan klub asal ibu kota Spanyol tersebut secara konsisten mencatatkan angka penonton tinggi, baik di pasar domestik maupun internasional.
Dampak Finansial bagi Klub
Pendapatan dari hak siar televisi menjadi salah satu pilar utama keuangan Real Madrid. Dana tersebut melengkapi pemasukan klub dari sektor lain seperti sponsorship, penjualan merchandise, tiket pertandingan, dan pendapatan dari kompetisi Eropa.
Masuknya dana sekitar Rp3 triliun dari siaran TV La Liga memberi ruang finansial yang luas bagi manajemen klub. Real Madrid memiliki fleksibilitas untuk menjaga stabilitas keuangan, memperkuat skuad, berinvestasi dalam infrastruktur, serta mengamankan masa depan klub tanpa harus bergantung pada utang besar.
Keunggulan finansial ini juga membuat Real Madrid tetap kompetitif dalam persaingan transfer pemain, sekaligus mampu mempertahankan pemain-pemain bintang dengan gaji tinggi.
Real Madrid dan Dominasi Ekonomi La Liga
Dalam beberapa musim terakhir, Real Madrid secara konsisten berada di posisi teratas dalam pembagian pendapatan hak siar La Liga. Hal ini menegaskan kesenjangan ekonomi yang masih cukup lebar antara klub-klub papan atas dan tim menengah ke bawah di Spanyol.
Meski demikian, La Liga menilai bahwa model distribusi saat ini masih relevan karena mencerminkan kontribusi nyata klub-klub besar terhadap nilai komersial liga. Real Madrid, bersama beberapa klub elite lainnya, menjadi motor utama yang menarik sponsor global dan penonton internasional.
Kesimpulan
Pendapatan sekitar Rp3 triliun dari hak siar televisi La Liga musim 2024/25 menjadi bukti nyata kekuatan finansial Real Madrid. Klub ini tidak hanya unggul dalam hal prestasi olahraga, tetapi juga sangat dominan dari sisi bisnis dan pemasukan.
Dengan fondasi keuangan yang kokoh, Real Madrid semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu klub sepak bola paling kuat dan paling bernilai di dunia, sekaligus menjadi tolok ukur ekonomi bagi klub-klub lain di La Liga.
