Chelsea FC kembali menjadi sorotan pada awal tahun 2026. Klub asal London Barat itu memasuki fase penting setelah memutuskan berpisah dengan Enzo Maresca, sebuah keputusan yang membuka kembali diskusi besar soal arah proyek jangka panjang klub. Di tengah pencarian pelatih baru, satu nama yang mencuat paling kuat adalah Liam Rosenior, pelatih RC Strasbourg yang secara mengejutkan kini berada di garis terdepan bursa calon manajer Chelsea.
Ketertarikan Chelsea pada Rosenior bukan tanpa alasan. Faktor kepemilikan, filosofi klub, hingga kinerjanya bersama Strasbourg menjadi bagian penting dari pertimbangan manajemen.
Situasi Chelsea: Butuh Arah Baru dan Stabilitas

Keputusan Chelsea berpisah dengan Maresca dipicu oleh performa tim yang tidak konsisten serta dinamika internal yang dinilai tidak sejalan dengan visi klub. Hasil kurang meyakinkan di Premier League membuat manajemen merasa perlu melakukan koreksi arah, terutama karena proyek Chelsea saat ini berfokus pada pembangunan jangka panjang berbasis pemain muda dan struktur modern.
Dalam situasi seperti ini, Chelsea tidak hanya membutuhkan pelatih dengan nama besar, tetapi juga sosok yang mampu menyatu dengan sistem klub, memahami model kepemilikan baru, serta sanggup mengembangkan pemain dalam jangka panjang.
Liam Rosenior: Profil Pelatih yang Sedang Naik Daun

Liam Rosenior adalah pelatih muda asal Inggris yang kariernya berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir. Setelah sempat menimba pengalaman sebagai pelatih interim dan manajer di Inggris, ia mengambil langkah besar dengan menerima tantangan melatih RC Strasbourg di Ligue 1.
Di sana, Rosenior menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih modern. Strasbourg tampil kompetitif, memiliki struktur permainan yang jelas, serta mampu bersaing secara konsisten meski tidak berstatus sebagai klub elite Prancis. Pendekatan taktiknya dinilai fleksibel, progresif, dan menekankan penguasaan bola serta organisasi pertahanan yang rapi.
Faktor BlueCo: Koneksi yang Tidak Bisa Diabaikan
Salah satu alasan utama mengapa nama Rosenior begitu kuat dikaitkan dengan Chelsea adalah faktor BlueCo. Konsorsium yang sama menguasai Chelsea dan RC Strasbourg, sehingga hubungan struktural antara kedua klub sangat erat.
Dalam model multi-klub seperti ini, perpindahan pelatih bukan sekadar transfer biasa. Chelsea melihat Rosenior sebagai bagian dari ekosistem yang sudah memahami nilai, filosofi, dan pendekatan manajemen BlueCo. Hal ini membuat proses adaptasi diyakini akan jauh lebih cepat dibandingkan mendatangkan pelatih dari luar sistem.
Selain itu, komunikasi internal yang lancar antara kedua klub membuka peluang transisi yang lebih halus, baik dari sisi teknis maupun administratif.
Kinerja Rosenior di Strasbourg: Bukti Nyata, Bukan Sekadar Potensi
Ketertarikan Chelsea tidak hanya didasarkan pada koneksi kepemilikan. Kinerja Rosenior di Strasbourg menjadi faktor krusial. Ia berhasil membangun tim dengan identitas permainan jelas, meningkatkan konsistensi performa, serta memaksimalkan potensi pemain muda.
Strasbourg di bawah arahannya dikenal sebagai tim yang disiplin, berani bermain terbuka, dan mampu bersaing melawan klub-klub yang lebih mapan. Hal ini sejalan dengan kebutuhan Chelsea yang saat ini dipenuhi talenta muda dan membutuhkan pelatih yang mampu membimbing, bukan sekadar mengandalkan pengalaman instan.
Cocok dengan Proyek Jangka Panjang Chelsea
Chelsea saat ini tidak hanya mencari solusi jangka pendek. Klub ingin membangun fondasi yang stabil setelah beberapa musim penuh perubahan. Profil Rosenior dinilai cocok karena:
- Fokus pada pengembangan pemain muda
- Pendekatan taktik modern dan adaptif
- Kemampuan membangun hubungan kuat dengan skuad
- Keselarasan dengan struktur dan visi BlueCo
Meski belum memiliki pengalaman menangani klub sebesar Chelsea, Rosenior dianggap sebagai pelatih yang siap naik level — sebuah risiko yang justru sejalan dengan filosofi berani yang kini dianut manajemen klub.
Tantangan Besar di Depan Mata
Tentu saja, potensi penunjukan Rosenior bukan tanpa risiko. Premier League memiliki tekanan yang jauh lebih besar dibanding Ligue 1. Ekspektasi suporter, sorotan media, serta tuntutan hasil instan akan menjadi ujian terberat dalam kariernya.
Namun, Chelsea tampaknya menyadari hal tersebut dan menilai bahwa risiko ini sebanding dengan potensi jangka panjang yang bisa didapatkan jika Rosenior berhasil.
Kesimpulan
Ketertarikan Chelsea terhadap Liam Rosenior bukanlah kebetulan. Kombinasi antara koneksi BlueCo, performa menjanjikan di Strasbourg, serta kesesuaian dengan proyek jangka panjang klub menjadikannya kandidat yang sangat logis.
Apakah Rosenior akan benar-benar menjadi pelatih baru Chelsea masih menunggu keputusan resmi. Namun satu hal jelas: Chelsea tidak sekadar mencari nama besar, melainkan sosok yang bisa membentuk identitas baru klub di era modern.
Jika Rosenior dipercaya, Stamford Bridge bisa menjadi panggung terbesar dalam perjalanan kariernya — sekaligus eksperimen besar berikutnya bagi Chelsea.

Tinggalkan Balasan