Bukan Modric atau Leao, Rabiot Ungkap Ketertarikan Terhadap Sosok Allegri di AC Milan

Bukan Modric atau Leao, Rabiot Ungkap Ketertarikan Terhadap Sosok Allegri di AC Milan

Kehadiran Adrien Rabiot di AC Milan langsung mencuri perhatian publik sepak bola Italia. Gelandang asal Prancis itu bukan hanya datang membawa pengalaman dan kualitas, tetapi juga cerita menarik di balik keputusannya memilih Rossoneri. Menariknya, Rabiot menegaskan bahwa ketertarikannya ke Milan bukan karena nama besar pemain seperti Luka Modric atau Rafael Leao, melainkan karena satu sosok penting di balik layar: Massimiliano Allegri.

Dalam pernyataan terbarunya, Rabiot secara terbuka mengakui bahwa faktor pelatih memainkan peran besar dalam menentukan masa depannya. Ia menilai Allegri sebagai figur yang memahami dirinya, baik sebagai pemain maupun sebagai pribadi, sehingga membuatnya yakin untuk melanjutkan karier di San Siro.

Allegri, Faktor Penentu di Balik Pilihan Rabiot

Bukan Modric atau Leao, Rabiot Ungkap Ketertarikan Terhadap Sosok Allegri di AC Milan

Rabiot dan Allegri bukanlah dua nama asing satu sama lain. Keduanya pernah bekerja sama sebelumnya dan membangun hubungan profesional yang kuat. Menurut Rabiot, Allegri adalah pelatih yang tahu bagaimana memaksimalkan potensinya di lini tengah, memberikan kepercayaan penuh, serta memahami karakter permainannya.

“Bagi saya, pelatih adalah sosok yang sangat penting. Saya tahu bagaimana Allegri bekerja, saya tahu apa yang ia harapkan dari saya, dan itu membuat saya merasa nyaman,” ungkap Rabiot.

Kepercayaan tersebut menjadi alasan utama mengapa Rabiot lebih memprioritaskan proyek bersama Allegri dibandingkan daya tarik bermain bersama bintang-bintang besar Milan lainnya. Baginya, stabilitas peran dan kejelasan visi jauh lebih penting daripada sekadar nama besar di ruang ganti.

Bukan Silau Nama Besar

Bukan Modric atau Leao, Rabiot Ungkap Ketertarikan Terhadap Sosok Allegri di AC Milan

AC Milan saat ini memiliki sejumlah pemain kelas dunia. Nama-nama seperti Rafael Leao kerap menjadi sorotan karena kontribusinya di lini serang, sementara pengalaman Modric—yang kerap dikaitkan dengan proyek ambisius klub—juga disebut-sebut sebagai daya tarik tersendiri. Namun Rabiot menegaskan bahwa keputusannya tidak didasari oleh faktor tersebut.

Ia menilai bahwa keberhasilan sebuah tim lebih ditentukan oleh struktur, filosofi, dan kepemimpinan pelatih. Dalam pandangannya, Allegri adalah sosok yang mampu menyatukan semua elemen itu dan membangun tim yang kompetitif.

Peran Strategis di Lini Tengah Milan

Sejak bergabung, Rabiot langsung diproyeksikan sebagai bagian penting dari skema permainan Allegri. Ia diharapkan menjadi penghubung antara lini belakang dan lini serang, sekaligus memberi keseimbangan dalam fase bertahan maupun menyerang.

Allegri sendiri dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan kedisiplinan taktik dan kecerdasan membaca permainan. Karakter tersebut sangat cocok dengan gaya bermain Rabiot yang mengandalkan fisik, visi, dan kemampuan membaca situasi.

Lebih dari Sekadar Reuni

Bagi Rabiot, bekerja kembali dengan Allegri bukan sekadar reuni biasa. Ia melihat ini sebagai kesempatan untuk mencapai level berikutnya dalam kariernya. Di bawah arahan Allegri, Rabiot merasa bisa berkembang lebih konsisten dan berkontribusi besar bagi ambisi AC Milan, baik di kompetisi domestik maupun Eropa.

“Ketika Anda percaya pada pelatih Anda, semuanya menjadi lebih mudah di lapangan,” ujar Rabiot.

Kesimpulan

Keputusan Adrien Rabiot bergabung dengan AC Milan menunjukkan bahwa peran pelatih bisa lebih menentukan daripada kilau bintang di dalam tim. Bukan Modric, bukan pula Leao, melainkan Massimiliano Allegri yang menjadi magnet utama bagi sang gelandang Prancis.

Dengan kepercayaan yang sudah terbangun dan visi yang sejalan, kolaborasi Rabiot dan Allegri di AC Milan berpotensi menjadi salah satu kunci penting dalam perjalanan Rossoneri musim ini.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *